
sumber : dokumen pribadi
Siang hari itu, matahari bersinar terang, menemani tawa riang pengunjung di objek wisata “Seaworld Indonesia”. Seaworld sendiri merupakan sebuah miniatur pesona laut yang terdapat dalam satu kompleks dengan wisata Ancol Jakarta.
Seaworld Indonesia dibangun pertama kali pada tanggal 02 Oktober 1992 oleh Gubernur DKI Jakarta masa itu, yakni Wiyogo Atmodarminto. Tidak sampai dua tahun, pada tanggal 03 Juni 1994 Seaworld Indonesia sudah mulai beroperasi.
Kini luas Seaworld sudah mencapai sekitar 3 hektar dengan luas bangunan utama 4.500 m^2. Didalamnya berisi bermacam-macam akuarium. Selain itu juga terdapat lorong antasena (lorong bawah air), museum yang berisi tulang-tulang ikan, terapi ikan, glow theatre, touchpool, toko souvenir, dan lain sebagainya.
Dengan begitu, penulis bisa menyimpulkan bahwa seaworld Indonesia mempersembahkan petualangan bawah laut yang dikemas dalam 3 misi utama, yaitu pendidikan, konservasi, dan rekreasi.
Setelah lama menjelajah di area wisata seaworld Ancol, penulis dibuat terkesima dan tersentuh oleh sebuah akuarium yang memberi pesan soal pencemaran laut, mengingat telah banyaknya perairan di dunia yang sudah tercemar karena perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab.
Akuarium yang baru diinstal sekiranya 5 bulan belakangan itu berisi berbagai macam sampah, mulai dari kantong plastik, hingga botol beling yang sengaja diletakkan di dasar akuarium.
Penulis mulai mengumpulkan pendapat dari pengunjung yang berada di lokasi. Salah satu pengunjung pariwisata dari Jakarta mengatakan akuarium berisi bermacam – macam sampah tersebut merupakan upaya yang dilakukan pihak Seaworld untuk menyadarkan pengunjung soal pencemaran sampah di lautan.
“Agar mereka (manusia) dapat melihat banyaknya jumlah sampah yang ada. Dan nantinya bisa lebih peduli dan menghindari untuk membuang sampah sembarangan, baik di daratan maupun perairan,” kata Fanny, Kamis (25/04/2019).
Dengan adanya akuarium itu, tentu semua pihak baik petugas maupun pengunjung berharap agar para manusia sadar akan bahaya yang bisa disebabkan sampah terutama sampah plastik terhadap biota laut.
Dari uraian diatas, maka penulis bisa mengatakan bahwa konsep wisata edukasi seperti ini perlu ditingkatkan sebagai alternatif destinasi yang dapat menarik minat wisatawan, khususnya generasi muda. Hal itu dikarenakan banyaknya dampak positif yang dapat diambil, antara lain adalah dapat menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan sekitar, serta menambah pengetahuan tentang ekosistem laut.




👍👍👍
BalasHapusSoo good👍👍
BalasHapus